Abstract
Desa Jatisari merupakan salah satu daerah pengembangan budidaya porang di Kabupaten Wonogiri. Umbi porang menjadi salah satu komoditas ekspor Indonesia. Melihat potensi dan peluang tersebut, Pemerintah Desa Jatisari merintis desa wisata di Dusun Tanduran. Lahan milik Pemerintahan Desa digunakan untuk perluasan budidaya dan sebagai pusat edukasi porang. Namun sayangnya, pemerintah desa belum memiliki branding destinasi desa wisata. Tujuan kegiatan adalah membangun branding rintisan desa wisata Jatisari yang mempunyai kekhasan tertentu. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Rural Appraisal (PRA) dimana masyarakat terlibat secara aktif dalam perancangan branding yang dimulai dari perancangan logo, identitas visual, sampai diaplikasikan pada area destinasi wisata. Kegiatan ini disinergikan dengan program kerja pemerintah desa. Hasil kegiatan diperoleh branding rintisan desa wisata yang disepakati adalah “Jatisari Edupark”. Jatisari Edupark menyuguhkan kegiatan belajar budidaya porang, budidaya padi, wisata agro, outbound edukasi dan wisata kuliner. Desain logo terdiri dari unsur saung, sawah, gunung dan tanaman porang dengan dipadukan warna yang selaras. Desain logo sudah diaplikasikan pada flier pembukaan “Jatisari Edupark” dan tiket masuk. Branding ini dapat meningkatkan animo wisatawan dalam mengunjungi Jatisari Edupark. Kata Kunci: agrowisata, porang, PRA, logo, potensi
Cite
CITATION STYLE
Riptanti, E. W., Widyamurti, N., Suherlan, Y., Irianto, H., Widiyanti, E., & Santoso, R. E. (2023). BRANDING RINTISAN DESA WISATA “JATISARI EDUPARK” DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK PENGUNJUNG. Buletin Udayana Mengabdi, 21(4), 350. https://doi.org/10.24843/bum.2022.v21.i04.p11
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.