Abstract
This research uses quantitative methods with a descriptive approach. The sample used in this research was 20 students. Data collection techniques in this research are observation, interviews, assessments, assessment of basic basketball dribbling technique abilities, literature study and documentation. The results of this research show that it was found that the average student learning outcomes increased from 61.2 in the initial test to 71.2 in the final test, with an average increase of 10 points. Hypothesis testing shows that there is a significant influence of the jigsaw learning model on improving basketball dribbling ability, with a significance value of 0.000 which is smaller than 0.05. The percentage increase in students' abilities was 16.34%. The learning results obtained showed that the majority of students experienced significant improvement, with the highest increase reaching 40.48 points. However, there are also some students who do not experience improvement. This increase was caused by the jigsaw learning method which involved group discussions, gave students the opportunity to give correct answers, and encouraged a spirit of cooperation, thus making the learning process more interesting and less boring.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan deskritif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, penilaian, Penilaian kemampuan teknik dasar dribble bola basket, studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan rata-rata hasil belajar peserta didik meningkat dari 61,2 pada tes awal menjadi 71,2 pada tes akhir, dengan peningkatan rata-rata sebesar 10 poin. Uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari model pembelajaran jigsaw terhadap peningkatan kemampuan dribble bola basket, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Persentase peningkatan kemampuan peserta didik adalah sebesar 16,34%. Hasil belajar yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik mengalami peningkatan yang signifikan, dengan peningkatan tertinggi mencapai 40,48 poin. Namun, ada juga beberapa peserta didik yang tidak mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut disebabkan oleh metode pembelajaran jigsaw yang melibatkan diskusi kelompok, memberi kesempatan peserta didik untuk memberikan jawaban yang benar, dan mendorong semangat kerja sama, sehingga membuat proses pembelajaran lebih menarik dan tidak membosankan.
Cite
CITATION STYLE
Nelce Naa, F., Anwar, S., & Istiyono. (2025). The Influence of the Jigsaw Learning Model on Improving Basketball Dribbling Ability. JURNAL MUARA OLAHRAGA, 7(1), 243–254. https://doi.org/10.52060/jmo.v7i1.2638
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.