Pengharapan dalam penderitaan

  • Prianto R
  • Tampubolon Y
N/ACitations
Citations of this article
26Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pengharapan dalam penderitaan menjadi tema penting dalam kitab Ratapan. Meskipun begitu, Allah memiliki rencana bagi umat-Nya yang berada dalam penderitaan. orang Kristen perlu memahami Allah dengan benar dan mengandalkan kesetiaan-Nya sebagai dasar pengharapan. Kebaikan, belas kasihan, dan kasih karunia Allah memerdekakan manusia dan menunjukkan kebaikan-Nya kepada semua orang, membawa orang berdosa menjadi ahli waris kerajaan-Nya. Dalam Allah, belas kasihan dan kasih karunia menyatu, membimbing umat-Nya menuju harapan yang kokoh. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan eksegese. Penelitian ini menemukan bahwa kunci untuk tetap mempertahankan pengharapan dalam penderitaan adalah memiliki pemahaman yang akurat tentang Allah. Meskipun segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendak-Nya yang diungkapkan melalui wahyu-Nya. Kesetiaan Allah menjadi dasar pengharapan akan berkat yang akan datang; hal ini melebihi pemahaman manusia dan memberi kekuatan spiritual. Setiap orang yang mengalami cobaan, kekhawatiran, atau ketakutan akan menemukan harapan yang baru dan sukacita ketika menyadari bahwa Allah adalah setia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Prianto, R., & Tampubolon, Y. H. (2023). Pengharapan dalam penderitaan. Te Deum (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan), 13(1), 25–43. https://doi.org/10.51828/td.v13i1.331

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free