PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BISKUIT DAUN TAWALOHO (SPONDIAS PINNATA (L) KURZ) DAN JAMUR TIRAM SEBAGAI CEMILAN PENCEGAH STUNTING DI DESA AMAROA KABUPATEN KONAWE

  • Musdalipah M
  • Sesilia S
  • Daud N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Masalah stunting di Indonesia masih menjadi fokus utama perhatian pemerintah. Salah satu penyebab stunting pada balita adalah kurangnya asupan nutrisi, terutama energi, protein, zat besi, zink, dan kalsium. Upaya untuk meningkatkan status gizi dapat dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi, seperti pemberian biskuit sebagai makanan pendamping. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh LPPM Politeknik Bina Husada Kendari dan Universitas Halu Oleo merupakan bentuk kerja sama dalam pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan daun tawaloho dan jamur tiram dalam bentuk biskuit sebagai bahan cemilan sehat untuk mencegah stunting di Desa Amaroa, Kabupaten Konawe. Pembuatan biskuit sebagai cemilan memiliki potensi untuk dijadikan makanan tambahan pencegah stunting bagi balita. Metode kegiatan dilakukan melalui pembuatan biskuit pada masyarakat Desa Amaroa sebanyak 30 orang. Kegiatan dilakukan dimulai dari pemanenan, sortasi basah, sortasi kering, pengeringan, pemotongan dan penghalusan daun tawaloho dan jamur tiram. Selanjutnya dibuat dengan variasi konsentrasi yaitu FA (1 g), FB (3 g), dan FC (5 g) lalu dilakukan pengujian organoleptik, kesukaan, kekerasan dan keseragaman bobot. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Desa Amaroa memiliki antusias yang tinggi berpartisipasi mengukuti kegiatan sampai selesai. Pada  pengujian organoleptik, biskuit pada formula FA, FB dan FC berwarna kuning kecoklatan, bau khas susu, dan memiliki rasa yang renyah. Uji kekerasan dan keseragaman bobot pada FA, FB dan FC memiliki tekstur biskuit dengan berat yang seragam. Uji kesukaan menunjukkan biskuit pada FA(100%), FB(100%), dan FC(100%). Sebagai kesimpulan bahwa daun tawalowo dan jamur tiram dapat diformulasikan dalam bentuk biskuit dan dimanfaatkan sebagai cemilan pencegah stunting di Desa Amaroa Kabupaten Konawe.

Cite

CITATION STYLE

APA

Musdalipah, M., Sesilia, S., Daud, N. S., Nurhikma, E., Badia, E., Fauziah, Y., … Alam, S. (2025). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BISKUIT DAUN TAWALOHO (SPONDIAS PINNATA (L) KURZ) DAN JAMUR TIRAM SEBAGAI CEMILAN PENCEGAH STUNTING DI DESA AMAROA KABUPATEN KONAWE. Jurnal Abdi Masyarakat Kita, 5(1), 55–69. https://doi.org/10.33759/asta.v5i1.715

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free