Abstract
Ketajaman ketimpangan ekonomi yang diakibatkan oleh dominasi kapitalisme global menunjukkan kebutuhan mendesak akan sistem ekonomi alternatif yang lebih adil dan berorientasi pada nilai-nilai sosial. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini mengangkat masalah bagaimana prinsip-prinsip ekonomi syariah yang termuat dalam Al-Qur'an dapat ditafsirkan untuk menawarkan solusi terhadap ketidakadilan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis prinsip ekonomi syariah melalui pendekatan tafsir sosial Buya Hamka dalam karya Tafsir Al-Azhar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, menggunakan teknik analisis isi terhadap sejumlah ayat Al-Qur'an, yaitu QS. Ar-Ra’d ayat 11, QS. Al-A’raf ayat 31, QS. Al-Isra’ ayat 26–29, dan QS. An-Nahl ayat 90. Data utama berasal dari naskah Tafsir Al-Azhar, diperkuat dengan studi pustaka dan data empiris mengenai ketimpangan ekonomi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya Hamka menafsirkan ayat-ayat tersebut secara kontekstual dengan pendekatan yang membumi, menekankan pentingnya kerja keras, keseimbangan dalam konsumsi, pengelolaan harta yang bertanggung jawab, serta penerapan prinsip keadilan dan ihsan dalam distribusi kekayaan. Simpulan dari penelitian ini mengonfirmasi bahwa pemikiran Buya Hamka dalam menafsirkan prinsip ekonomi syariah sangat relevan dan menawarkan solusi aplikatif terhadap tantangan ekonomi modern, terutama dalam membangun sistem ekonomi yang adil, berimbang, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Kata Kunci: Ekonomi Syariah, Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka, Keadilan sosial;The growing severity of economic inequality caused by the dominance of global capitalism highlights the urgent need for an alternative economic system that is more just and socially oriented. In response to this condition, this study addresses the issue of how the principles of Islamic economics as outlined in the Qur'an can be interpreted to offer solutions to economic injustice. The aim of this research is to analyze the principles of Islamic economics through the social interpretation approach of Buya Hamka in his work Tafsir Al-Azhar. The method employed in this study is qualitative with a descriptive-analytical approach, using content analysis techniques on several Qur'anic verses, namely QS. Ar-Ra’d verse 11, QS. Al-A’raf verse 31, QS. Al-Isra’ verses 26–29, and QS. An-Nahl verse 90. The primary data are sourced from the text of Tafsir Al-Azhar, supported by literature review and empirical data on economic inequality in Indonesia. The results indicate that Buya Hamka interprets these verses contextually with a grounded approach, emphasizing the importance of hard work, moderation in consumption, responsible wealth management, and the application of justice and ihsan principles in wealth distribution. The conclusion of this study affirms that Buya Hamka’s interpretation of Islamic economic principles is highly relevant and offers practical solutions to contemporary economic challenges, particularly in building a fair, balanced, and welfare-oriented economic system. Keywords: Ekonomi Syariah, Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka, Keadilan sosial;
Cite
CITATION STYLE
Sa’adah, N., Dasuki, A., & Ahmad, B. N. (2025). Prinsip-Prinsip Ekonomi Syariah dalam Al-Qur’an: Telaah Sosial dalam Tafsir Al-Azhar. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (JHESY), 3(2), 75–81. https://doi.org/10.37968/jhesy.v3i2.1227
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.