Pengaruh Salinitas terhadap Pertumbuhan dan Aktivitas Antioksidan Dunaliella salina (Chlorophyceae: Dunaliellaceae)

  • Setiasih I
  • Sabdono A
  • Pramesti R
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK: Dunaliella salina merupakan salah satu jenis mikroalgae hijau yang mengandung berbagai senyawa bioaktif termasuk senyawa antioksidan untuk melawan radikal bebas. Pertumbuhan mikroalgae dipengaruhi oleh lingkungan salah satunya adalah salinitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui salinitas optimal untuk pertumbuhan dan aktivitas antioksidan D. salina berdasarkan nilai persen inhibisi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu dan Laboratorium Biologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang pada bulan Mei - Juli 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris. D. salina dikultur pada lima salinitas yang berbeda yaitu 20, 25, 30, 35 dan 40 ppt.  Pengamatan dilakukan selama 7x24 jam, dipanen dan diekstrak dengan pelarut etanol yang selanjutnya dianalisis aktivitas antioksidannya dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan optimal terjadi pada salinitas 30 ppt, dan aktivitas antioksidan tertinggi dicapai pada salinitas 20 ppt (9,88±0,59) yang termasuk dalam kategori lemah.ABSTRACT: D. salina is a type of green microalgae that contains various bioactive compounds including antioxidant compounds to fight free radicals. Microalgal growth is influenced by the environmental conditions such as  salinity. This study aims were to determine the optimal salinity of growth and antioxidant activity in ethanol extract based on percent inhibition values. This research was conducted in the Integrated Laboratory and Biology Laboratory of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Diponegoro University, Semarang in May - July 2018.The research method used was an experimental laboratory. D. salina was cultivated with five different salinities on 20,  25, 30, 35 and 40 o/oo. Observation was carried out for 7x24 hours, harvested and extracted with ethanol solvent and then analyzed its antioxidant activity by 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) method. The results showed that optimal growth of D. salina was 30 o/oo  in salinity, and the highest antioxidant activity was 20 o/oo in salinity (9.88 ± 0.59) and included in the weak category.

Cite

CITATION STYLE

APA

Setiasih, I. B., Sabdono, A., & Pramesti, R. (2020). Pengaruh Salinitas terhadap Pertumbuhan dan Aktivitas Antioksidan Dunaliella salina (Chlorophyceae: Dunaliellaceae). Journal of Marine Research, 9(2), 181–185. https://doi.org/10.14710/jmr.v9i2.27028

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free