Ilmu Al Jarh Wa Al Ta’dil

  • Palangkey R
  • Abbas Baco
  • Nasrul Nurdin
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
30Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an yang memiliki peran sentral dalam menjelaskan ajaran agama secara praktis. Namun, tidak semua hadis yang sampai kepada kita dapat langsung dijadikan hujjah, karena proses periwayatannya melibatkan perawi yang harus diverifikasi kredibilitasnya. Setelah wafatnya Rasulullah, para sahabat melakukan ijtihad dan riwayat hadis berkembang lintas generasi melalui sanad yang beragam. Dalam konteks ini, ilmu al-Jarḥ wa al-Taʿdīl hadir sebagai metode ilmiah untuk menilai validitas perawi hadis, baik dari segi moral maupun keakuratannya dalam meriwayatkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji urgensi, sejarah, kaidah, objek kajian, serta kitab-kitab utama dalam ilmu al-Jarḥ wa al-Taʿdīl. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, dengan sumber dari kitab klasik, karya ulama otoritatif, serta jurnal ilmiah kontemporer. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu al-Jarḥ wa al-Taʿdīl berperan penting dalam menjaga otentisitas hadis dan memastikan hanya riwayat yang shahih yang dijadikan pedoman. Kajian ini menegaskan bahwa keilmuan ini tidak hanya relevan di masa klasik, tetapi juga menjadi pilar penting dalam studi hadis di era kontemporer.

Cite

CITATION STYLE

APA

Palangkey, R. D., Abbas Baco, Nasrul Nurdin, & Karmala, K. (2025). Ilmu Al Jarh Wa Al Ta’dil. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 4(11), 2528–2540. https://doi.org/10.56799/jim.v4i11.10655

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free