Urgensi Pendidikan Tauhid Perspektif Filsafat Al-Kindi

  • Rahmatullah R
  • Miftah M
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ajaran tauhid menjadi hal terpenting dalam pendidikan, karena menjadi risalah semua rasul. Pada tataran implementasi, pendidikan tauhid dipandang secara sepintas sebagai dogma agama. Pendidikan tauhid belum dianggap penting untuk dipelajari, karena tidak berkaitan dengan keterampilan hidup. Padahal secara filosofis, pendidikan tauhid berkenaan dengan sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan yang Mahaesa. Artikel ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian literatur yang relevan. Ada dua temuan artikel. Pertama, biografi Al-Kindi mulai dari pribadi, keluarga, lingkungan, pendidikan dan karyanya, menjadi gambaran awal tentang urgensi pendidikan tauhid. Kedua, urgensi pendidikan tauhid perspektif Al-Kindi dilandasi oleh ayat qauliyyah (verbal) dan kauniyyah (non-verbal) yang meliputi aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahmatullah, R., & Miftah, Moh. Z. (2022). Urgensi Pendidikan Tauhid Perspektif Filsafat Al-Kindi. AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education, 3(2), 50–58. https://doi.org/10.32478/ajmie.v3i2.1903

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free