Abstract
Pendidikan seks memberikan pengetahuan tentang seks dan reproduksi, termasuk organ reproduksi yang disertai dengan penanaman etika agar seorang individu dapat menggunakan organ reproduksinya dengan sebaik-baiknya. Sayangnya, pendidikan seks menjadi polemik di masyarakat, khususnya di Indonesia. Pendidikan seks masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Pendidikan seks dapat mencegah peningkatan kasus seksual. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan pemetaan publikasi pendidikan seks, termasuk tren yang tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di negara lain. Dalam strategi pencarian, kami menerapkan kata kunci “pendidikan seks” yang sering digunakan dari tahun 2019 hingga 2021 yang tersimpan di Scopus. Artikel ini dibuat berdasarkan analisis bibliometrik sebuah publikasi pendidikan seks dengan menggunakan program komputer bernama VOSviewer dengan versi 1.6.17 untuk sistem operasi Windows. Artikel ini menggunakan data dari kumpulan publikasi pendidikan seks tahun 2019 hingga 2021 yang diambil dari Scopus dan diekspor ke dalam format RIS dan CSV. Melalui analisis ini, penulis mengetahui bahwa publikasi pendidikan seks dari tahun 2019 hingga 2021 yang tersimpan di Scopus mengalami peningkatan yang signifikan. Penulis yang paling banyak menulis publikasi pendidikan seks dari tahun 2019 hingga 2021 yang disimpan di Scopus adalah Bennett D.A. dengan 19 publikasi. Negara yang memiliki publikasi pendidikan seks paling banyak dari tahun 2019 hingga 2021 yang disimpan di Scopus adalah Amerika Serikat dengan 700 publikasi. Sasaran utama penelitian ini adalah pemetaan keilmuan tentang “pendidikan seks” berdasarkan subjek, tahun publikasi, kontribusi negara, dan pengarang.
Cite
CITATION STYLE
Zahraa, N. S. D., & Yuadi, I. (2022). Pemetaan Publikasi tentang Pendidikan Seksual Menggunakan VOSviewer. Jurnal Kesehatan, 10(3), 149–161. https://doi.org/10.25047/j-kes.v10i3.315
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.