Abstract
Peningkatan massa otot menjadi tujuan latihan yang populer di pusat kebugaran. Metode circuit training berpotensi menjadi metode alternatif yang efektif efisien untuk meningkatkan massa otot karena dapat melakukan berbagai latihan dengan waktu yang relatif singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek circuit training terhadap peningkatan massa otot pada mahasiswa tidak terlatih. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan disain pre-test post-test design control grup. Sejumlah 20 mahasiswa laki-laki dengan rata rata usia 21±1,78 tahun dan berat badan 73,68±17,56 kg dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok yang diberikan program latihan metode circuit training (n=10) dan kelompok latihan beban metode multi-set/tradisional (n=10) sebagai kontrol. Treatmen dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 2-3 kali per minggu. Parameter lingkar tubuh (lingkar lengan, lingkar dada, lingkar paha) diukur dengan pita ukur, persentase otot dan persentase lemak tubuh diukur dengan BIA (Bioelectrical Impedence Analysis) merk Omron type HBF-375. Analisis data menggunakan uji paired sample t test dan indepenten sample t test. Berdasarkan hasil uji uji independen sample t test, didapatkan bahwa kelompok treatmen mengalami nilai yang signifikan lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai signifikasi lingkar lengan yaitu 0,013 dan nilai lingkar paha 0,002 (p<0,05) dan parameter persentase otot dengan nial p=0,002 (p<0,05) dibandingkan kelompok kontrol. Metode circuit training signifikan lebih baik pada parameter lingkar lengan dan lingkar paha serta persentase otot dibandingkan metode tradisional tidak terprogram.
Cite
CITATION STYLE
Harun, H., Hadi, R., & Wardiyanto, Y. (2024). Efek Latihan Beban Metode Circuit Training terhadap Peningkatan Ukuran Otot pada Mahasiswa Tidak Terlatih. Jurnal Sains Keolahragaan Dan Kesehatan, 8(2), 121–133. https://doi.org/10.5614/jskk.2023.8.2.3
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.