Studi Penafsiran Makna Tabarruj dalam Tafsîr Ath- Thabari dan Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an

  • Sofa E
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Islam datang untuk memuliakan wanita yang mana saat itu masyarakat jâhilîyah membenci wanita sekaligus tidak menginginkannya. Allah memerintahkan kepada kaum wanita untuk menjaga kehormatan diri (iffah) agar tidak terjerumus melakukan perkara-perkara yang membuat dirinya terdorong kepada sifat keji dan menjaga diri dari perbuatan tabarruj. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research). Sumber primernya adalah Tafsîr Ath- Thâbarî dan kitab Al-Jâmi' Li Ahkâm Al-Qur'ân yakni dalam membandingkan penafsiran makna tabarruj. Hasil penelitian makna tabarruj berdasarkan kitab Tafsîr ath-Thâbarî ialah berjalan berlenggak- lenggok dan ayat ini merupakan perintah Allah Swt. kepada para istri Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassallam saja, sedangkan menurut Imam Al-Qurthubi surat Al-Azhab ayat 33 ini diperintahkan kepada para istri Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassallam sekaligus kepada kaum wanita lainnya dan makna tabarruj adalah terbuka dan nampak oleh pandangan mata. Keduanya sama-sama menafsirkan jâhilîyah al–'ula berada pada masa sebelum Islam.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sofa, E. B. (2021). Studi Penafsiran Makna Tabarruj dalam Tafsîr Ath- Thabari dan Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an. Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 4(2), 1. https://doi.org/10.58438/alkarima.v4i2.28

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free