Abstract
Kebebasan berekspresi adalah hak setiap orang, setiap jenis kelamin dan setiap makhluk yang ada. Namun, karena rendahnya pemahaman tentang kebebasan berekspresi, ada batasan dalam hal status gender. Tulisan ini dibuat dengan menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menjelaskan fenomena keterbatasan ekspresi yang disebabkan oleh kesalahpahaman dalam penafsiran pandangan tentang gender dalam masyarakat. Perspektif gender adalah pemahaman tentang perspektif dalam melihat dampak atribut gender seseorang terhadap kemungkinan seseorang untuk membangun peluang, peran sosial, dan interaksi dengan atribut gender yang berlawanan. Fungsi gender seperti, fungsi sosial, fungsi reproduksi, fungsi peran sosial, fungsi gender yang mengarah pada aspek budaya dan fungsi gender dalam menciptakan aturan penting tentang apa yang pantas dan apa yang tidak pantas.
Cite
CITATION STYLE
Swari, P. R. (2023). Budaya Patriarki dan Tantangan Dalam Kebebasan Berekpresi (Analisis Menggunakan Teori Konflik Ralf Dahrendorf). Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(2), 213–218. https://doi.org/10.26623/jdsb.v25i4.7166
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.