Analisis Epidemiologi Komorbiditas Tuberkulosis Diabetes Mellitus Di Kota Medan Tahun 2022–2024

  • Mawandri D
  • Manurung R
  • Komaruddin N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Komorbiditas Tuberkulosis–Diabetes Mellitus (TB–DM) menjadi isu penting kesehatan publik yang tengah meningkat, khususnya di wilayah urban. Kompleksitas tumpang tindih kedua penyakit ini meningkatkan beban pengobatan, risiko komplikasi, dan tantangan dalam penanggulangan penyakit menular. Tujuan penelitian ini menganalisis epidemiologi TB–DM berdasarkan karakteristik orang, tempat, dan waktu di Kota Medan, 2022–2024. Metode Studi deskriptif observasional ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, yang dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi, proporsi, dan tren tahunan kasus. Hasil penelitian menunjukan kasus TB–DM didominasi oleh laki-laki dan kelompok usia >46 tahun. Secara temporal, jumlah kasus menunjukkan tren peningkatan secara keseluruhan dari 1.485 (2022) menjadi 2.225 (2024), dengan kenaikan tajam sebesar 45,3% terjadi antara tahun 2022 dan 2023. Kesimpulan bahwa Tren peningkatan TB–DM ini menegaskan perlunya integrasi skrining ganda TB–DM di layanan primer untuk menekan beban penyakit ganda dan mendorong intervensi kesehatan berbasis wilayah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mawandri, D., Manurung, R. A., Komaruddin, N. Z., Syafitri, N. R., Yasmin, W. Y., Kudadiri, N. B., & Tanjung, N. U. (2025). Analisis Epidemiologi Komorbiditas Tuberkulosis Diabetes Mellitus Di Kota Medan Tahun 2022–2024. JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa, 4(4), 1537–1547. https://doi.org/10.57218/jkj.vol4.iss4.2024

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free