Relationship between Mathematics education philosophy and traditional Malay culture in Serampang 12

  • Fadilah N
  • Dewi I
  • Ahyaningsih F
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Filsafat menuntut manusia agar berpikir cerdas sehingga manusia tersebut dapat berkembang menuju pemikiran pengetahuan yang selanjutnya. Kehadiran etnomatematika bukan suatu hal yang baru melainkan sudah ada sejak diperkenalkan ilmu matematika itu sendiri sebagai bentuk pemikiran pengetahuan lanjutan terkait dengan pembelajaran matematika. Melalui konsep etnomatematika dapat dikaji praktik budaya sehingga peserta didik akan lebih memahami bagaimana budaya mereka terkait dengan matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian etnografi yang menganalisis pola gerakan budaya tari tradisional Melayu Serampang 12. Hasil temuan penelitian berupa variasi dalam pembelajaran matematika dimana media dikaitkan dalam konteks budaya tradisional Melayu, sehingga peserta didik yang selama ini menganggap pembelajaran membosankan dan kaku bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan karena bisa dihubungkan dengan nilai keindahan suatu tarian tradisional serampang 12 yang memiliki filosofi kesopanan, keteraturan, kebersamaan atau pergaulan yang positif. Eksplorasi pola gerakan pada tarian tradisional Serampang 12 juga bertujuan untuk memberikan kemudahan peserta didik dalam membangun pengalaman belajar yang terhubung dengan pengalaman visual dan kinestetik peserta didik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fadilah, N., Dewi, I., & Ahyaningsih, F. (2024). Relationship between Mathematics education philosophy and traditional Malay culture in Serampang 12. Inovasi Kurikulum, 21(4), 2331–2346. https://doi.org/10.17509/jik.v21i4.76071

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free