Abstract
Miskonsepsi merupakan salah satu penyebab rendahnya nilai pada suatu mata pelajaran pada siswa. Salah satu faktor miskonsepsi pada siswa adalah guru. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan mengenai miskonsepsi yang terjadi pada guru wali kelas di SD N Purnama (bukan nama sebenarnya), khususnya pada mata pelajaran IPA Biologi. Partisipan pada penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu partisipan utama (Bapak Agung dan Ibu Sari) dan partisipan lain (siswa kelas IV). Teknik pengumpulan data untuk penelitian ini menggunakan triangulasi data, yaitu observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Metode pada penelitian ini adalah fenomenologi. Fenomenologi terbagi menjadi dua langkah, yaitu epoche dan reduksi. Epoche atau pemutusan hubungan dilakukan pada saat wawancara mendalam kepada partisipan utama (guru wali kelas) dan partisipan lainnya (siswa kelas IV). Sedangkan reduksi data merupakan langkah yang dilakukan peneliti pada saat membandingkan data yang diperoleh (hasil pemahaman guru, siswa, dan teori tertulis). Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa Bapak Agung mengalami miskonsepsi sebesar 25%, Ibu Sari mengalami miskonsepsi 36%, dan miskonsepsi pada siswa memiliki hubungan dengan miskonsepsi yang terjadi pada guru.
Cite
CITATION STYLE
Mieke, L. T., Sari, W. W., & Winarti, E. (2019). Miskonsepsi IPA biologi pada guru kelas IV sekolah dasar. Symposium of Biology Education (Symbion), 2. https://doi.org/10.26555/symbion.3524
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.