Abstract
Pegagan merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat dan termasuk kedalam 50 jenis tanaman obat yang sering digunakan sebagai obat tradisional. Kurangnya kontrol kualitas obat tradisional dapat mengakibatkan banyaknya kecurangan. Pendekatan multikomponenseperti pola sidik jari dapat digunakan untuk pengendalian kualitas bahan baku obat tradisional. Tujuan penelitian adalahuntuk menentukan pola sidik jari pegagan menggunakanmetode FTIR dikombinasikan dengan PCA. Metode yang digunakanyaitu pengukuran spektrum menggunakan FTIR pada bilangan gelombang 4000-650 cm-1dengan resolusi 4 cm-1. Pola sidik jari herba pegagan di Jawa Barat didapatkan scores plot nilai PC-1 terhadap PC-2 81% (PC-1 45% dan PC-2 36%) herba pegagan daerah Jawa Barat tidak dapat beradadalam satu kuadran yang sama, herba pegagan daerah Sumedang berada pada kuadran satu, daerah Bandung, Pangandaran dan Sukabumi berada pada kuadran dua dan Bogor berada pada kuadran tiga. Validasi analisis PCA menunjukkan Score plot73% (PC-1 44% dan PC-2 29%) dan nilai eigen valuePC-1 dan PC-2 berturut-turut sebesar 3,379 dan 2,705. Metode FTIR dikombinasi PCA dapat mengklasifikasikan masing-masing variabel dari setiap tanaman dengan menentuan jumlah komponen utama yang terpilih. Diperoleh profil sidik jari ekstrak etanol 96% herba pegagan di daaerah Jawa Barat menggunakan FTIR diperoleh hasil spektrum dari 5 jenis sampel tersebut,kombinasi dengan PCA. Profil sidik jari dalam Score plotmenunjukkan pegagan sumedang memiliki perbedaan dengan daerah Bandung, Bogor, Pangandaran, dan Sukabumi.
Cite
CITATION STYLE
Andriansyah, I., Gumilar, H. F., Juanda, D., & Yuliantini, A. (2022). Analisis sidik jari herba pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) di daerah Jawa Barat menggunakan metode spektrofotometri FTIR dikombinasi dengan PCA. Jurnal Agrotek Ummat, 9(4). https://doi.org/10.31764/jau.v9i4.10949
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.