Abstract
Pendahuluan: Gagal jantung merupakan sindrom klinis yang ditandai oleh munculnya tanda dan gejala akibat gangguan struktur dan/atau fungsi jantung. Kondisi ini umumnya disertai peningkatan kadar peptida natriuretik dan/atau ditemukannya bukti objektif adanya kongesti, baik di paru-paru maupun pada sistem sirkulasi secara umum. Salah satu tanda klinis dari gagal jantung adalah kesulitan bernapas akibat dari mekanisme kompensasi gagal jantung yang dapat mengakibatkan kadar oksigen di bawah batas normal. Salah satu penerapan yang dapat dilakukan adalah dengan mengatur posisi semi fowler. Tujuan penelitian mengetahui perubahan nilai saturasi oksigen pada pasien CHF. Metode: penerapan intervensi keperawatan posisi semi fowler dilakukan sekali sehari selama tiga hari berturut-turut dengan durasi masing-masing sesi selama 15 menit di ruang ICU RSUD dr.A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi dan oximeter untuk mengukur saturasi oksigen sebelum dan setelah intervensi. Hasil: Penerapan intervensi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan saturasi oksigen pada 2 responden. Responden 1 mengalami peningkatan 3% dari 94% ke 97% dan responden 2 mengalami peningkatan 5% dari 93% ke 98%. Kesimpulan: posisi semi fowler merupakan intervensi pasif untuk meningkatkan saturasi oksigen pada pasien CHF.
Cite
CITATION STYLE
Meliana, R., Sulistia Nur, & Giri Susanto. (2025). Studi Kasus Intervensi Keperawatan Posisi Semi Fowler untuk Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Congestive Heart Failure di Ruang ICU. Jurnal Keperawatan Bunda Delima, 7(2), 220–227. https://doi.org/10.59030/jkbd.v7i2.188
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.