Abstract
Senyawa aktif utama dari seledri adalah apigenin yang diduga mempunyai efek imunostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek imunostimulan ekstrak etanol daun seledri (Apium graveolens L.) menggunakan metode bersihan karbon. Hewan yang digunakan adalah mencit putih jantan. Hewan dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif (tween 80 1 %), kelompok II, III, IV diberi ekstrak etanol daun seledri dengan dosis masing-masing 125 mg/kgbb, 250 mg/kgbb, 500 mg/kgbb dan kelompok V sebagai kontrol positif (Stimuno Forte®). Sediaan uji diberikan secara oral dengan dosis tunggal selama 6 hari. Hasil penelitian menunjukan pemberian sediaan uji dengan dosis 125 mg/kgbb, 250 mg/kgbb, 500 mg/kgbb menunjukan nilai konstanta fagositosis, waktu paruh dan nilai leukosit berbeda bermakna dengan kontrol negatif (p<0,01). Indek fagositosis dari sediaan uji dengan dosis 125 mg/kbb, 250 mg/kgbb, 500 mg/kgbb juga menunjukan nilai yang lebih besar dari 1. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun seledri dengan dosis 125 mg/kgbb, 250 mg/kgbb, 500 mg/kgbb bersifat sebagai imuniostimulan
Cite
CITATION STYLE
Nazir, E. (2020). Efek Imunostimulan Ekstrak Etanol Daun Seledri terhadap Mencit Putih Jantan. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 9(1), 1–7. https://doi.org/10.51887/jpfi.v9i1.788
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.