Karakteristik Ruang Tradisional pada Desa Adat Penglipuran, Bali

  • Kasuma I
  • Suprijanto I
N/ACitations
Citations of this article
64Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Lingkungan permukiman tradisional di Bali memiliki banyak potensi salah satunya adalah pola ruang tradisional yang mencerminkan aktivitas sosial dan budaya masyarakatnya. Seperti halnya Desa Adat Penglipuran yang memiliki tatanan pola ruang yang unik dan merupakan warisan budaya yang harus dipertahankan. Dinamika pertumbuhan penduduk serta arus perkembangan kebutuhan masa kini menimbulkan kebutuhan akan ruang yang dapat merusak tatanan ruang tradisional yang ada. Di lain pihak belum adanya regulasi yang berisikan mengenai aturan tata ruang Desa Adat Penglipuran menjadi faktor ancaman bagi keberlanjutan dari pola ruang yang sudah dijaga sampai sekarang. Permasalahannya adalah belum teridentifikasinya karakteristik ruang tradisional di Desa Adat Penglipuran sebagai landasan untuk menyusun konsep tata ruang Desa Adat Penglipuran yang ideal. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan rasionalisme. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif yaitu berusaha untuk menggambarkan kondisi pola ruang tradisional di Desa Adat Penglipuran dan mengidentifikasi karakter dari masing-masing ruang yang ada. Hasil penelitian adalah ruang tradisional Desa Adat Penglipuran terdiri dari tiga tingkatan ruang yang berdasarkan konsep Tri Mandala, yaitu Utama, Madya dan Nista dimana pada masing-masing ruang memiliki tingkat kesucian, lokasi/ penempatan, guna lahan dan fungsi ruang yang berbeda.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kasuma, I. P. A. W., & Suprijanto, I. (2012). Karakteristik Ruang Tradisional pada Desa Adat Penglipuran, Bali. Jurnal Permukiman, 7(1), 40. https://doi.org/10.31815/jp.2012.7.40-50

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free