Abstract
Penggunaan by product biji nangka dan kacang tunggak dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi dalam pembuatan biskuit, penggunaan kedua bahan tersebut dapat mengurangi penggunaan tepung terigu dan sebagai bentuk diversifikasi pangan. Tepung biji nangka mengandung sekitar 36,7g karbohidrat, dan 4,2g protein. Selain itu, kacang tunggak menjadi salah satu jenis kacang-kacangan tinggi protein berkisar 24,4g/100g. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji nangka dan tepung kacang tunggak terhadap sesoris dan sifat fisikokimia biskuitPenelitian dilakukan dengan mensubstitusikan tepung terigu ; tepung biji nangka : tepung kacang tunggak dengan formulasi F0(100%:0%:0), F1 (60%:25%:15%), F2(50%:30%:20%), F3 (40%:35%:25%), F4 (30%:40%:30%), F5 (20%:45%:35%), dan F6 (0%:55%:45%). Selanjutnya biskuit dianalisis: kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, densitas kamba, kecerahan (*L), organoleptik, dan takaran saji. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanju
Cite
CITATION STYLE
Wafi, F. A., Nasifah, D., Sarie, A. A., Amalia, W., Ayu Rosita, H. D., Harini, N., & Anggriani, R. (2024). Karakteristik Sensoris Dan Sifat Fisikokimia Biskuit Mp-Asi Dengan Substitusi Tepung Biji Nangka Dan Tepung Kacang Tunggak. Jurnal Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian, 19(2), 31–41. https://doi.org/10.26623/jtphp.v19i2.8984
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.