Penelitian ini mengungkapkan peran stress kerja pada hubungan Persepsi Konflik antara pekerjaan dengan Keluarga yang dialami oleh karyawan CV Bali Aquarium yang pada satu sisi menghadapi tuntutan kerja yang melebihi jam kerja normal, kondisi kerja yang berisiko terhadap keselamatan jiwa karena harus menyelam di laut untuk menanam terumbu karang dan di sisi yang lain memiliki kewajiban sosial sebagai warga masyarakat dan anggota keluarga. Dari perspektif Job demand – control Model penelitian ini mengukur stres kerja yang dialami karyawan, dalam hubungan antara konflik yang dialami antara pekerjaan dan keluarga dengan kepuasan kerja yang dibahas dari perspektif Two Factors Theory. Data dikumpulkan dari karyawan perusahaan yang berjumlah 39 orang untuk pengujian hipotesis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa persepsi konflik pekerjaan – keluarga berkorelasi dengan stres kerja dan kepuasan kerja. Stres kerja menjadi mediator hubungan antara persepsi konflik pekerjaan dengan keluarga dengan kepuasan kerja. Implikasi temuan penelitian merekomendasikan bahwa manajemen perlu mengendalikan stres dengan mengurangi beban kerja karyawan yang padat dan memberikan waktu istirahat yang cukup dan memberikan waktu untuk melaksanakan aktivitas lain. Kondisi ini mengakibatkan pekerrjaan tidak menarik bagi karyawan dan karyawan merasa tidak diakui pencapaian yang dimiliki. Keywords: Stres kerja, konnflik pekerjaan-keluarga, kepuasan kerja
CITATION STYLE
Warmadewi, I. G. A. A., & Piartrini, P. S. (2018). Peran Stress Kerja Pada Hubungan Persepsi Konflik Keluarga – Pekerjaan dengan Kepuasan Kerja. INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis Dan Manajemen Indonesia, 1(3), 258–277. https://doi.org/10.31842/jurnal-inobis.v1i3.34
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.