EPISTEMOLOGI FALSIFIKASI; IMPLIKASI PEMIKIRAN KARL RAIMUND POPPER TERHADAP KAJIAN KEILMUAN ISLAM

  • Ari Yuwono A
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Islam sebagai Ilmu adalah cara pandang yang melanggengkan diskursus keilmuan yang terus bergerak dan berkembang serta terbuka terhadap konsep lain guna mencapai kemajuan keilmuan dalam Islam. Salah satu konsep yang ada pada wilayah epistemologi adalah falsifikasi milik Karl Raimund Popper. Penelitian ini hendak mengulas konsep falsifikasi dan implikasinya terhadap keilmuan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan cara mengumupulkan buku, jurnal, dan website yang terkait dengan tema penelitian untuk melakukan telaah kritis, melalui pendekatan heuristik dan koherensi inheren. Hasil dari penelitian ini adalah Falsifikasi Popper adalah sebentuk uji terhadap teori yang sudah berlaku dan ditetapkan, dengan melihat potensi salah atau tidak relevan di satu sisi, dan mengokohkan teori tersebut bilamana masih terbukti benar dan relevan di sisi lainnya. Implikasi falsifikasi miliki Popper dalam kajian keilmuan Islam adalah menghilangkan dogmatisme kelompok keagamaan yang mengklaim suatu kebenaran akan suatu pemahaman sambil menyalahkan pemahaman yang berbeda dari kelompok lain. Selain itu, melalui konsep tiga dunia milik Popper, kajian keilmuan Islam dapat masuk pada ruang dinamis dengan nuansa iklusifitas yang baik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ari Yuwono, A. A. Y. (2024). EPISTEMOLOGI FALSIFIKASI; IMPLIKASI PEMIKIRAN KARL RAIMUND POPPER TERHADAP KAJIAN KEILMUAN ISLAM. Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf, 10(2), 365–381. https://doi.org/10.53429/spiritualis.v10i2.1017

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free