AGAMA DAN BUDAYA-RELASI KONFRONTATIF ATAU KOMPROMISTIK

  • Roibin R
N/ACitations
Citations of this article
297Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Persoalan agama dan budaya adalah salah satu persoalan krusial yang melahirkan berbagai penilaian dalam masyarakat. Sebagian masyarakat menganggap bahwa agama harus steril dari budaya . sementara sebagaian lain menganggap bahwa agama bisa berdialog dengan budaya dengan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam rangka menjaga kemurnian agama. Hal ini terkait erat dengan fenomena perubahan pola pemahaman keagamaan dan perilaku keberagamaan pemeluk agama (Islam). Tulisan ini mencoba mendiskusikan fenomena dialog agama dan budaya di masyarakat sekaligus memaparkan berbagai corak Islam lokal. Problem on religion and culture is one crucial problem which generates various assessments within society. Some people think that religion must be sterilized from culture. While, some other point out that religion is able to dialogue with culture under some considerable aspects to maintain religion's purity. It is closely related to the phenomenon of pattern changing of religious understanding and Muslim religious behavior. This paper tries to discuss the phenomenon of religion and culture dialogue within society and to describe various local Islam pattern. Kata Kunci: Keberagamaan, Mitos, Budaya

Cite

CITATION STYLE

APA

Roibin, R. (2012). AGAMA DAN BUDAYA-RELASI KONFRONTATIF ATAU KOMPROMISTIK. JURISDICTIE. https://doi.org/10.18860/j.v0i0.1590

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free