Konsep Persaudaraan Kaum Muhajirin dan Kaum Anshar dalam Al-Qur’an

  • Yusuf M
  • Oktaviani Z
N/ACitations
Citations of this article
85Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Persaudaraan secara umum memiliki makna sebagai orang yang berhubungan keluarga, sekelompok (sepaham, seagama, sekufu), kawan, teman. Fokus pada penelitian ini adalah persaudaraan yang terjalin antara kaum Muhajirin dan Anshar. persaudaraan ini bukan persaudaraan biasa, melainkan persaudaraan yang bersifat khusus. Kaum Muhajirin yang datang ke Madinah bersama Nabi tidak memiliki harta dan bekal apapun. Namun dengan pengorbanan dan rasa kasih sayang dalam dada kaum Anshar, mereka membantu kaum Muhajirin dalam menghadapi kesulitannya. Tidak ada pada mereka sedikitpun rasa dengki pada pembagian harta rampasan perang dan keistimewaan yang Allah lebihkan atas kaum Muhajirin. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui konsep persaudaraan dalam Islam, khususnya persaudaraan yang terjalin antara kaum Muhajirin dan Anshar dalam Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan jenis data kualitatif. Hasil penelitian ini adalah bahwa persaudaraan yang terjalin antara kaum Muhajirin dan Anshar adalah persaudaraan yang dilandaskan oleh iman. Kedua kaum tersebut tidak saling mengenal sebelumnya dan tidak ada ikatan darah. Berbeda suku, ras, dan etnis. Namun mereka disatukan oleh iman yang membuat mereka rela saling memberi, membantu, dan meringankan beban.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yusuf, M. S., & Oktaviani, Z. N. (2021). Konsep Persaudaraan Kaum Muhajirin dan Kaum Anshar dalam Al-Qur’an. Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(1). https://doi.org/10.62109/ijiat.v2i1.13

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free