Abstract
Kukang adalah salah satu dari dua primata malam yang terdapat di Indonesia dari genus Nycticebus tersebar di wilayah Asia Tenggara dan Indo China. Saat ini genus Nycticebus terdiri dari 9 spesies berdasarkan morfologi, 7 diantaranya tersebar di Indonesia, dan lima spesies merupakan endemic Indonesia. Secara morfologi spesies kukang dibedakan dari pola garis di kepala dan garis punggung. Di Indonesia kukang dapat ditemukan di tiga pulau besar yaitu Sumatera, Jawa dan Kalimantan serta pulau-pulau sekitarnya. Keunikan primata prosimian ini adalah memiliki tapetum lucidum di belakang retina dapat memancarkan cahaya pada malam hari yang termasuk ke dalam primate Strepsirrhine, disamping itu kukang satu-satunya primate memiliki bisa atau venom. Kukang aktif dimalam hari adalah primate arboreal hampir 100% beraktifitas di pohon dan jarang sekali turun ke tanah, kecuali dalam keadaan bahaya atau terputusnya konektifitas antar pohon. Pakan utama satwa ini adalah serangga, getah pohon, madu, buah-buahan serta beberapa fauna kecil seperti burung, reptile kecil. Satwa kukang di alam berfungsi sebagai rantai ekologi yaitu menjadi mangsa bagi satwa lain, pemencar biji, dan pembasmi hama, penyerbuk, dll. Kukang berwajah imut dan memiliki mata besar banyak diburu untuk diperdagangan sebagai pet dan obat tradisional di beberapa negara, sehingga populasi satwa ini setiap tahun cendrung menurun.
Cite
CITATION STYLE
Wirdateti, W. (2024). BAB 16. Mengenal Kukang: Peran dan Perikehidupannya. In Membingkai Satwa Primata Indonesia dalam Tiga Pilar: Biologi, Konservasi, Biomedis. Penerbit BRIN. https://doi.org/10.55981/brin.732.c578
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.