Tradisi mamanggia dalam upacara adat perkawinan Minangkabau

  • Saputra I
  • Dewi S
  • Hasrul H
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
58Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi mamanggia dalam upacara adat perkawinan Minangkabau dan menjelaskan pandangan tokoh masyarakat terhadap tradisi mamanggia dalam upacara adat perkawinan Minangkabau di Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji. Adapun Jenis penelitian adalah kualitatif metode deskriptif. Hasil penelitian data diuraikan dalam bentuk deskripsi, data diperoleh berdasarkan pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan pada penelitian ini dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan verifikasi. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi mamanggia yang merupakan suatu interaksi seorang penyelenggara acara perkawinan untuk mengundang dan masih terlaksana dengan baik hingga saat ini. Meskipun ada sedikit inovasi dari simbol yang digunakan tetapi tidak menghilangkan makna tradisi mamanggia. Masyarakat dan tokoh masyarakat menyetujui tradisi ini karena mempunyai nilai historis, nilai budaya, dan nilai ekonomis.

Cite

CITATION STYLE

APA

Saputra, I., Dewi, S. F., Hasrul, H., & S, N. (2023). Tradisi mamanggia dalam upacara adat perkawinan Minangkabau. Journal of Education, Cultural and Politics, 3(1), 46–52. https://doi.org/10.24036/jecco.v3i1.135

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free