Tantangan Pluralisme Agama untuk Keharmonisan Masyarakat

  • Faldi Adrianus Bunga
  • Gia Lestari Sihombing
  • Joy Miraacle Gigir
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
37Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang majemuk, terdiri dari berbagai kelompok agama, etnis, dan budaya yang hidup berdampingan. Keberagaman ini merupakan aset sosial yang berharga, namun juga berpotensi menimbulkan konflik jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya membangun keharmonisan dalam kehidupan masyarakat plural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pluralisme agama serta strategi dalam membangun hubungan harmonis antarumat beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka, di mana data dikumpulkan melalui berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi harmonis, kerja sama, serta dialog antaragama menjadi faktor utama dalam menciptakan kehidupan yang inklusif, adil, dan harmonis. Selain itu, kebebasan beragama yang terjamin akan memberikan ruang bagi individu untuk berkembang dan berkontribusi dalam masyarakat. Dengan demikian, moderasi beragama dan sikap toleransi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial dan membangun keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam.

Cite

CITATION STYLE

APA

Faldi Adrianus Bunga, Gia Lestari Sihombing, Joy Miraacle Gigir, & Talizaro Tafonao. (2025). Tantangan Pluralisme Agama untuk Keharmonisan Masyarakat. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(1), 56–66. https://doi.org/10.62282/juilmu.v2i1.56-66

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free