Abstract
Perairan Kabupaten Pangandaran salah satu wilayah potensial penyebaran lobster. Kegiatan penangkapan lobster yang berlebihan saat ini akan berdampak secara ekologi, sosial dan ekonomi, apabila tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan analisis jejaring dan konektivitas Social–Ecological Systems (SES) perikanan lobster sehingga arah kebijakan pemanfaatan lobster dapat berkelanjutan. Analisis jejaring dan konektivitas dibentuk dengan berbagai pendekatan pengumpulan dan pengolahan data terutama melalui pendekatan system scoping, diagnostic analysis, dan social - ecological network analysis. Ada tiga tahapan dalam analisis jejaring dan konektivitas SES perikanan lobster yang dilakukan, yaitu memetakan domain, kemudian memetakan interaksi serta mengukur konektivitas. Pemetaan domain memberikan pemahaman komprehensif mengenai struktur, interaksi, dan keterkaitan antara komponen sosial dan komponen ekologi. Pemetaan interaksi menghasilkan jejaring tidak begitu padat dengan struktur jejaring yang menunjukkan pola acak. Variabel kunci yang paling mempengaruhi keberlanjutan sumber daya lobster adalah stok lobster, aktivitas penangkapan, kualitas air dan musim penangkapan yang merupakan inti dari jejaring. Berdasarkan betweenness centrality yang menjadi perantara utama dalam sebuah jejaring yaitu lobster dengan aktivitas penangkapannya, sedangkan pengepul besar yang merupakan aktor kunci.Pangandaran Regency waters are one of the potential areas for lobster distribution. Excessive lobster fishing activities will have ecological, social, and economic impacts if not managed properly. Based on these issues, a network and connectivity analysis of the Social-Ecological Systems (SES) of lobster fisheries is necessary to ensure sustainable lobster utilization policies. Network and connectivity analysis is carried out using various data collection and processing approaches, primarily through system scoping, diagnostic analysis, and social-ecological network analysis. There are three stages in the network and connectivity analysis of the SES of lobster fisheries: mapping the domain, then mapping the interactions, and measuring connectivity. Domain mapping provides a comprehensive understanding of the structure, interactions, and interrelationships between social and ecological components. Interaction mapping produces a network that is not very dense with a network structure that shows a random pattern. The key variables that most influence the sustainability of lobster resources are lobster stocks, fishing activities, water quality, and fishing seasons, which are the core of the network. Based on betweenness centrality, the main intermediary in a network is lobsters and their fishing activities, while large collectors are the key actors.
Cite
CITATION STYLE
Herry, Adrianto, L., Satria, A., & Noorachmat, B. P. (2026). ANALISIS JEJARING DAN KONEKTIVITAS SISTEM SOSIAL–EKOLOGI PERIKANAN LOBSTER DI PESISIR KABUPATEN PANGANDARAN. RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian Dan Lingkungan, 13(1), 73–85. https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v13i1.71284
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.