Pendekatan Postcolonialism Terhadap Surat Filemon:

  • Maikel Enggelo Eden Killa
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perbudakan di kekaisaran Romawi kuno merupakan realitas penting yang berkontribusi dalam bagaimana cara kita melakukan interpretasi terhadap teks-teks Alkitab yang lahir pada masa itu. Sejarah pembacaan Surat Filemon sejak dulu telah banyak didominasi dengan interpretasi yang mengusulkan bahwa Onesimus adalah budak yang melarikan diri karena telah mencuri dari Filemon, sehingga dia membutuhkan Paulus agar menuliskan surat rekonsiliasi sehingga Filemon bisa menerima kembali Onesimus. Namun, ternyata pembacaan seperti ini telah berimplikasi langsung terkait dengan interpretasi kolonialisme bahwa “penjajah” selalu lebih baik dibandingkan yang “terjajah”, dan yang “terjajah tidak mampu untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri.” Karena itu, pembacaan seperti ini sebenarnya telah mendorong pembacanya untuk mengkolonisasi Onesimus. Sebaliknya, dalam penelitian ini penulis akan mencoba menampilkan kisah Onesimus ini dengan sudut pandang yang lain, yakni postcolonial yang membukakan pemahaman baru bahwa Onesimus sebagai yang “terjajah” juga bisa menentukan pilihan hidupnya sendiri dan berkontribusi untuk meraih kemerdekaannya atas sistem perbudakan yang telah mengakar di dalam konteks budaya Romawi kuno.

Cite

CITATION STYLE

APA

Maikel Enggelo Eden Killa. (2023). Pendekatan Postcolonialism Terhadap Surat Filemon: Jurnal Teologi Pambelum, 2(2), 78–85. https://doi.org/10.59002/jtp.v2i2.43

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free