Mantra penyambutan kelahiran anak pada ritual belian melas suku Dayak Tunjung

  • Putri N
  • Sulistyowati E
  • Saputra M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
44Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Mantra dipercaya oleh masyarakat pendukungnya memiliki kekuatan gaib, kesaktian, dapat menyembuhkan penyakit, dan menghindari gangguan roh-roh gaib. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi mantra belian melas suku Dayak Tunjung di Kampung Ngenyan Asa, Kabupaten Kutai Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian etnografi dengan pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, transkrip data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian mantra pada belian melas berfungsi sebagai pengendali sosial (nasihat), pengingat (peringatan toleransi, dan alat komunikasi pemeliant dengan para roh-roh agar tidak mengganggu, menyakiti dan kembali kepada anak keluarga),  sarana untuk berdoa dengan roh-roh, dan  sarana pelestarian budaya lokal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Putri, N. Q. H., Sulistyowati, E. D., Saputra, M. J., & Rokhmansyah, A. (2024). Mantra penyambutan kelahiran anak pada ritual belian melas suku Dayak Tunjung. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 7(3), 521–530. https://doi.org/10.30872/diglosia.v7i3.1051

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free