Abstract
Latar belakang. Tekanan darah yang tinggi merupakan faktor resiko utama terjadinya stroke, namun tidak menutup kemungkinan tekanan darah yang rendah juga dapat menyebabkan stroke, walaupun angka kejadiannya rendah. Tujuan. Mengetahui hubungan antara tekanan darah pada saat masuk ruang stroke unit dengan hasil keluaran klinis penderita stroke fase akut tipe thrombosis menggunakan skor NIHSS. Metode. Studi kohort retrospektif yang berasal dari stroke registry pasien. Sampel yang terpilih melalui metode konsekutif sebanyak 38 orang. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tekanan darah sistolik (TDS), tekanan darah diastolik (TDD), dan Mean Arterial Pressure (MAP) pada saat awal masuk ruang stroke unit terhadap NIHSS hari terakhir pasien rawat inap (10-14 hari). Hasil. Dari hasil uji korelasi Spearman, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa TDS (p = 0,136; r = 0,246), TDD (p = 0,586; r = 0,091), dan MAP (p = 0,171; r = 0,227) ketiganya memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap NIHSS dan memiliki nilai korelasi yang sangat lemah. Simpulan. Tekanan darah sistolik (TDS), tekanan darah diastolik (TDD), dan Mean Arterial Pressure (MAP) memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap NIHSS dan memiliki nilai korelasi yang sangat lemah. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperjelas hubungan tanpa adanya pengaruh terapi dan faktor perancunya.
Cite
CITATION STYLE
Budhi Rianawati, S., Aurora, H., & Nugrahanitya, Y. (2015). CORRELATION BETWEEN BLOOD PRESSURE AT ADMITTED EMERGENCY ROOM AND CLINICALLY OUTCOME IN ACUTE THROMBOTIC STROKE PATIENTS. MNJ (Malang Neurology Journal), 1(2), 51–58. https://doi.org/10.21776/ub.mnj.2015.001.02.4
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.