Abstract
Metuakan merupakan tradisi yang masih banyak dilakukan oleh masyarakat, dengan keyakinan akan khasiat pengobatan tuak. Keyakinan yang dimiliki tidak didasari oleh pengetahuan serta kontrol diri terkait dengan kegiatan meminum tuak. Konsumsi tuak yang berlebihan berpotensi meningkatkan kasus penyakit hati dan penyakit kronis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta mempromosikan gaya hidup sehat di kalangan masyarakat Desa Seraya Timur, Karangasem, Bali, terkait dengan tradisi "metuakan" atau kegiatan minum tuak. Penelitian ini menggunakan metode mix method. Pendekatan kuantitatif berupa kuisioner pre dan posttest dilakukan saat asesmen dan setelah dilakukannya intervensi. Pendekatan kualitatif menggunakan metode observasi serta wawancara. Intervensi yang diberikan berupa psikoedukasi tentang pengendalian diri yang terdiri dari dua sesi utama dan satu sesi tindak lanjut. Sebanyak 13 orang perwakilan komunitas dari Desa Seraya Timur berpartisipasi dalam penelitian ini. Intervensi psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan bahaya konsumsi tuak secara berlebihan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan psikoedukasi mengenai bahaya minuman tuak merupakan langkah penting untuk mempromosikan kesehatan dan mengurangi adiksi minum tuak di Desa Seraya Timur, Karangasem, Bali.
Cite
CITATION STYLE
Jati, N. M. K. P., & Andayani, L. A. P. (2025). Tradisi Metuakan dan Tantangan Kesehatan: Pendekatan Psikologis dalam Mengurangi Adiksi Minum “Tuak” di Bali. Prosiding Konferensi Nasional Psikologi Kesehatan, 232–242. https://doi.org/10.33476/knpk.v5i1.5179
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.