Abstract
Abstrak Peneitian ini adalah bagian dari tesis penulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan (1) kategori gramatikal dari leksikon alam yang digunakan dalam beblabadan, (2) konstruksis sintaksis dari beblabadan yang mengandung leksikon alam, dan (3) tiga dimensi praksis sosial dari beblaba-dan. Data penelitian ini diperoleh dari buku Basita Paribasa karangan W. Simpen AB. Data yang dikumpulkan adalah berupa frasa dan klausa. Hasil analisis disajikan dengan menggunakan metode formal dan informal. Berdasarkan analisis yang dilakukan, ada tiga temuan dalam analisis ini yaitu (1) kategori gramatikal dari leksikon alam dalam beblabadan adalah verba seperti mabawang (berlaku sebagai bawang) dan nomina seperti jaka (pohon enau); (2) Konstruksi sintaksis dari beblabadan (metafora) yang mengandung leksikon-leksikon alam tersebut antara lain frasa nomina seperti base wayah (seperti daun sirih tua), frasa verba seperti mabawang putih (seperti bawang putih), dan klausa seperti ental magulung (daun lontar digulung); dan (3) dimensi praksis sosial dari beblabadan (metafora) ditunjukkan oleh pola-pola acuan tertentu. Abstract This research is a part of writer's thesis. The aims of this research are to explain (1) grammatical category of nature lexicon used in beblabadan, (2) syntactic construction of beblabadan that consists nature lexicon, and (3) three dimensionality of the social praxis of beblabadan. The data of this research were taken from book entitled Basita Parihasa by W. Simpen AB. The data collected are in form of phrases and clauses. The result of the analysis was presented by formal and informal method. Based on the analysis that was conducted, there are three findings found: (1) the grammatical categories of nature lexicon in beblabadan are verb like mabawang (acting as onion) and noun like jaka (sugar palm); (2) syntactic constructions of beblabadan (metaphor) that consist of nature lexicon are noun phrase like base wayah (like old betel vine), verb phrase like mabawang putih (acting as onion), and clause like ental magulung (rolled palmyra palm); and (3) three dimensionally of the social praxis of beblabadan (metaphor) is showed by the reference patterns.
Cite
CITATION STYLE
Rejistha, I. G. N. A. (2017). Beblabadan Bahasa Bali Dalam Perspektif Ekolinguistik. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 2(1), 79. https://doi.org/10.22225/jr.2.1.50.79-94
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.