Abstract
Peningkatan kebutuhan terhadap infrastruktur jalan menuntut pengembangan material perkerasan yang lebih kuat, efisien, dan berkelanjutan. Salah satu inovasi yang banyak dikaji adalah pemanfaatan limbah plastik low density polyethylene (LDPE) dan recycled aggregate material (RAM) sebagai bahan modifikasi pada campuran asphalt concrete–wearing course (AC–WC). Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan LDPE sebesar 5% dari berat aspal dan RAM sebesar 25% terhadap karakteristik marshall campuran AC–WC. Metode pengujian menggunakan uji marshall dengan variasi kadar aspal 6,5%, 7,0%, 7,5%, 8,0%, dan 8,5%, untuk menentukan kadar aspal optimum (KAO). Parameter yang dianalisis meliputi stability, flow, voids in mixture (VIM), voids in mineral aggregate (VMA), voids filled with bitumen (VFB), dan marshall quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran modifikasi dengan LDPE dan RAM menghasilkan peningkatan nilai stability dan MQ pada kadar aspal 6,5–7,0%, dengan VMA dan VFB tetap dalam batas spesifikasi. Kadar aspal optimum diperoleh pada kisaran 6,5–7,0%, yang memberikan keseimbangan terbaik antara kekuatan dan kelelehan campuran. Secara keseluruhan, penggunaan LDPE dan RAM terbukti dapat meningkatkan kinerja campuran AC–WC serta mendukung penerapan prinsip keberlanjutan dalam rekayasa perkerasan jalan.
Cite
CITATION STYLE
Putri, E. E., Yosritzal, Y., Adji, B. M., Mufaddal, F., Akhwat, A. D., Haliza, F. N., & Putra, Z. (2025). Pemanfaatan Plastik LDPE dan Recycled Aggregate Material dalam Peningkatan Kinerja Campuran Asphalt Concrete–Wearing Course. Siklus : Jurnal Teknik Sipil, 11(2), 117–130. https://doi.org/10.31849/rjm9x345
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.