Abstract
Permasalahan yang sering terjadi pada saat tanggap darurat adalah terlambatnya pemberian bantuan kepada pengungsi. Beberapa faktor mengapa keterlambatan ini sering terjadi adalah: Harus melewati beberapa prosedur birokrasi yang berlaku, adanya pembedaan wilayah bencana, keterlambatan informasi yang sampai kepada pemerlntah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang bertanggung jawab dalam penanganan tanggap darurat. Untuk menjalankan fungsinya, BPBD perlu dilengkapi dengan sebuah sistem informasi yang sesuai strategi bisnis organisasi dan dapat membantu BPBD mencapai tujuan bisnisnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat perencanaan arsitektur sistem informasi, dan menghasilkan blueprint pengembangan sistem informasi pada tahap tanggap darurat.
Cite
CITATION STYLE
Br. Sembiring, S. (2020). PERANCANGAN SISTEM TANGGAP DARURAT MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF. TeIKa, 8(2), 67–79. https://doi.org/10.36342/teika.v8i2.2330
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.