Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta

  • Lusiana D
  • Sulistiyani A
N/ACitations
Citations of this article
41Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Permasalahan kemiskinan masih menjadi isu strategis yang dihadapi oleh berbagai negara berkembang di dunia. Kondisi ini dapat menghambat pembangunan ekonomi serta menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (2023), angka kemiskinan di Indonesia menunjukkan tren fluktuatif dari tahun ke tahun. Pada 2020, Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbesar, di mana Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat persentase tertinggi. Faktor-faktor seperti IPM, upah minimum, jumlah penduduk, tingkat pengangguran, serta zakat turut memengaruhi tingkat kemiskinan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), upah minimum, jumlah penduduk, tingkat pengangguran, dan zakat terhadap kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode 2017–2024. Analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan model regresi linier berganda melalui perangkat lunak EViews 10. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa IPM dan zakat berkontribusi menurunkan tingkat kemiskinan, sedangkan upah minimum tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Sementara itu, peningkatan jumlah penduduk dan pengangguran terbukti memperburuk tingkat kemiskinan di wilayah tersebut.

Cite

CITATION STYLE

APA

Lusiana, D., & Sulistiyani, A. (2025). Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Al-Iqtishod : Jurnal Ekonomi Syariah, 7(2), 290–308. https://doi.org/10.51339/iqtis.v7i2.4384

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free