Pertumbuhan Berbagai Jenis Bahan Perbanyakan Sidaguri (Sida rhombifolia) pada Beberapa Komposisi Media Tanam

  • Sofiana A
  • Kurniawati A
  • Purwono
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sidaguri (Sida rhombifolia) merupakan tanaman berkhasiat obat dari famili malvaceae yang masih jarang dibudidayakan. Pengambilan sidaguri dari alam untuk memenuhi kebutuhan industri obat secara terus menerus mengancam keberadaan sidaguri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bahan perbanyakan, komposisi media tanam, dan interaksi keduanya untuk menghasilkan bibit dengan pertumbuhan optimal dan efisien. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial dengan tiga ulangan. Terdapat tiga perlakuan jenis bahan perbanyakan yaitu benih, setek batang, dan setek pucuk serta empat komposisi media tanam yaitu tanah, tanah + kompos, tanah + kompos + arang sekam, dan tanah + kompos + pasir (1:1 v/v). Setiap satuan percobaan terdapat 10 tanaman sehingga total terdapat 360 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perlakuan yang menghasilkan bibit paling baik berdasarkan pengaruh jenis bahan perbanyakan, namun komposisi media tanam dan interaksi kedua faktor tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Bahan perbanyakan yang baik digunakan sebagai bahan perbanyak sidaguri yaitu setek batang yang menunjukkan hasil paling baik pada daya tumbuh (56.67%), tinggi tanaman (29.4 cm), dan jumlah cabang (3.5) yang dicapai pada umur 8 MST. Kata kunci: bahan perbanyakan, diferensiasi sel, malvaceace, media tanam

Cite

CITATION STYLE

APA

Sofiana, A., Kurniawati, A., & Purwono. (2024). Pertumbuhan Berbagai Jenis Bahan Perbanyakan Sidaguri (Sida rhombifolia) pada Beberapa Komposisi Media Tanam. Buletin Agrohorti, 12(1), 30–39. https://doi.org/10.29244/agrob.v12i1.51384

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free