Kontekstualisasi Konsep Berkat Dalam Kristen Ke Dalam Ritual Montalai Suku Saluan Berdasarkan Model Terjemahan Bevans

  • Yokiman J
  • Sopang O
  • Bungalan J
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian konsep berkat dalam ritual Montalai suku Saluan dengan ajaran Kristen, serta mengeksplorasi bagaimana ritual tersebut dapat diterjemahkan dan dipahami dalam kerangka ajaran Kristen menggunakan model terjemahan Stephen B. Bevans. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaksanaan ritual Montalai. Data yang diperoleh dari wawancara dengan tokoh adat dan pemburu, serta observasi lapangan, dianalisis untuk mengidentifikasi simbol-elemen atau simbol budaya yang relevan dengan konsep berkat dalam Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol seperti Tinumpu Nu Tano sebagai sumber berkat, sesajen, syair doa, dan pantangan dalam ritual Montalai dapat diterjemahkan sebagai ekspresi permohonan berkat dalam konteks Kristen, tanpa mengubah inti ajaran Kristen tentang berkat. Kesimpulan penelitian ini mengungkapkan bahwa penerjemahan ritual Montalai ke dalam ajaran Kristen berpotensi memperkaya pemahaman spiritual masyarakat Saluan, namun memerlukan kehati-hatian untuk menghindari sinkretisme. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teologi kontekstual dan praktik inklusif dalam menyampaikan pesan Injil kepada komunitas dengan tradisi budaya yang kuat.This study aims to analyze the alignment of the concept of blessing in the Montalai ritual of the Saluan tribe with Christian teachings, as well as to explore how the ritual can be translated and understood within the framework of Christian teachings using Stephen B. Bevans' translation model. The methodology employed is a qualitative approach with in-depth interviews and observation of the Montalai ritual's implementation. Data obtained from interviews with cultural leaders and hunters, as well as field observations, were analyzed to identify culturally relevant symbols or elements connected to the concept of blessing in Christianity. The research findings indicate that symbols such as Tinumpu Nu Tano as the source of blessing, offerings, prayer chants, and taboos in the Montalai ritual can be translated as expressions of blessing requests in the Christian context, without altering the core Christian teaching about blessings. The conclusion of this study reveals that translating the Montalai ritual into Christian teachings has the potential to enrich the spiritual understanding of the Saluan community, but requires caution to avoid syncretism. This research contributes to the development of contextual theology and inclusive practices in delivering the Gospel message to communities with strong cultural traditions.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yokiman, J., Sopang, O., Bungalan, J. E., Kamulut, D. A., & Mada, A. (2025). Kontekstualisasi Konsep Berkat Dalam Kristen Ke Dalam Ritual Montalai Suku Saluan Berdasarkan Model Terjemahan Bevans. MARSAHALA: Journal of Religious and Cultural Studies, 1(1), 12–25. https://doi.org/10.64099/dr79k720

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free