Abstract
Pendidikan agama sebagai salah satu bentuk kebudayaan tentunya harus sejalan dengan pendidikan agama dalam suatu masyarakat. Dalam dunia pendidikan, terdapat keragaman dan keragaman siswa. Seringkali karena keragaman tersebut, timbul gesekan-gesekan yang menimbulkan konflik sosial, khususnya dalam dunia pendidikan. Untuk meminimalkan gesekan, pengajaran melalui pendekatan lintas budaya diperlukan. Pendidikan multikultural adalah model penyelenggaraan pendidikan yang mengusung ideologi yang memahami, menghargai, dan menghormati harkat dan martabat manusia dari mana pun dan dari mana pun (ekonomi, sosial, budaya, suku), bahasa, atau agama, dan bergantung pada negaranya. Dalam hal ini, diperlukan strategi pembelajaran yang mengadopsi pendekatan lintas budaya dalam pengajaran agama. Pengajaran Islam melalui pendekatan lintas budaya dapat dilakukan dengan strategi pengorganisasian diri, pengelolaan dan administrasi pendidikan agama Islam. Kajian ini mengkaji bagaimana pembelajaran Islam dicapai dengan menggunakan pendekatan multikultural, dimana unsur yang membangkitkan rasa toleransi terhadap suku, budaya, suku dan keragaman lainnya adalah signifikan, bahwa setiap manusia memiliki toleransi yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, mengkaji, menganalisis dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadikan hidup lebih baik dan saling menghargai perbedaan dan saling toleransi.
Cite
CITATION STYLE
-, A. K. P. (2022). STRATEGI DAN PELUANG PENGAJARAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIKULTURAL. Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 118–133. https://doi.org/10.19105/rjpai.v3i1.5753
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.