Determinasi Ketahanan Pangan di Delapan Negara ASEAN (2012-2022): Pendekatan Data Panel

  • Maharani E
  • Marpaung G
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak             Pangan sendiri termasuk salah satu isu krusial dalam pembangunan baik di tingkat nasional dan global sebab pangan merupakan hak setiap warga negara yang harus dijaga kualitas dan kuantitasnya (Rachman et al., 2021). Ketersediaan pangan yang kurang dari kebutuhan dapat menyebabkan perekonomian yang tidak stabil dan dapat mengganggu ketahanan pangan nasional. Adanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang memengaruhi ketahanan pangan 8 negara anggota ASEAN. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dengan metode Ordinary Least Square (OLS) yang diolah menggunaan software E-Views versi 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GDP perkapita (PPP), produksi padi, dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap indeks ketahanan pangan. Sebaliknya variabel inflasi rata-rata tahunan tidak berpengaruh signifikan terhadap indeks ketahan pangan di 8 negara anggota ASEAN pada tahun 2012-2022. Oleh karena itu, pentingnya implikasi kebijakan negara anggota ASEAN dalam menjaga stok pangan, sistem distribusi, stabilitas harga, sehingga peningkatan GDP perkapita (PPP) dirasakan secara merata dan efektif untuk memperkuat kondisi ketahanan pangan negara. Kata kunci: ASEAN, ketahanan pangan, produksi padi, ordinary least square, GDP perkapita (PPP).  Abstract Food itself is one of the crucial issues in development both at the national and global levels because food is the right of every citizen who must be maintained in quality and quantity (Rachman et al., 2021). Food availability that is less than the needs can cause an unstable economy and can disrupt national food security. This study aims to analyze what factors affect the food security of 8 ASEAN member countries. This study uses panel data regression analysis method with Ordinary Least Square (OLS) method which is processed using E-Views software version 12. The results showed that GDP per capita (PPP), rice production, and population have a significant effect on the food security index. On the other hand, the annual average inflation variable does not significantly affect the food security index in 8 ASEAN member countries in 2012-2022. Therefore, the importance of policy implications of ASEAN member countries in maintaining food stocks, distribution systems, price stability, so that the increase in GDP per capita (PPP) is felt evenly and effectively to strengthen the country's food security conditions. Keywords: ASEAN, food security, rice paddy production, ordinary least square, GDP per capita (PPP).

Cite

CITATION STYLE

APA

Maharani, E., & Marpaung, G. N. (2025). Determinasi Ketahanan Pangan di Delapan Negara ASEAN (2012-2022): Pendekatan Data Panel. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 21(1), 105–116. https://doi.org/10.20956/jsep.v21i1.45796

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free