Abstract
Anemia merupakan permasalahan gizi yang masih banyak terdapat di seluruh dunia terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia di kalangan remaja putri di SMAN 9 Kendari. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan seluruh remaja putri kelas XI dan XII di SMAN 9 Kendari berjumlah 358 siswi. Sampel ditentukan dengan rumus Lemeshow, menghasilkan 76 siswi dan diambil secara Proportionate Stratified Random Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilkakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,000), konsumsi fast food dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,000) dan aktivitas fisik dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,017). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan anemia pada remaja putri di SMAN 9 Kendari. Saran peneliti bagi responden adalah menjaga selalu sarapan setiap pagi, menjaga pola makan yang baik dengan makan 3 kali sehari dan 2 kali selingan, mengurangi minuman dan makanan fast food dan mengonsumsi makanan yang bergizi.
Cite
CITATION STYLE
Suhadi, S., Meliahsari, R., & Muslimah, M. (2025). Hubungan kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan resiko anemia pada remaja putri di SMAN 9 Kendari. Indonesian Journal of Health Science, 5(4), 796–803. https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i4.1587
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.