Escherichia coli merupakan bakteri batang Gram negatif yang dapat menjadi patogen jika jumlahnya meningkat atau berada di luar saluran pencernaan. E. coli yang patogen akan menghasilkan enterotoksin yang menyebabkan diare atau infeksi pada saluran kemih. Ampisilin merupakan salah satu antibiotik pilihan untuk mengatasi penyakit infeksi tersebut. Akhir-akhir ini ampisilin tidak lagi digunakan sebagai obat pilihan karena banyaknya kasus resistensi E. coli terhadap antibiotik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan gen yang bertanggung jawab terhadap resistensi antibiotik ampisilin pada E. coli isolat klinik. Sampel yang digunakan adalah hasil isolasi urin midstream pasien dengan gejala sistitis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Uji resistensi antibiotik menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), baik PCR-koloni maupun PCR-DNA. Berdasarkan hasil uji resistensi terhadap ampisilin, E. coli hasil isolasi telah resisten terhadap ampisilin. Elektroforesis hasil PCR-koloni dan PCR-DNA menunjukkan bahwa resistensi terhadap ampisilin disebabkan oleh gen bla berukuran 199 pb. Diperlukan pemilihan antibiotik yang selektif dan rasional untuk mencegah resistensi ampisilin pada pasien dengan gejala sistitis.
CITATION STYLE
Milanda, T., Saragih, B. C., & Kusuma, S. A. F. (2014). Detection of Ampicillin Resistance Genes (bla) in Clinical Isolates of Escherichia coli with Polymerase Chain Reaction Method. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 3(3), 98–106. https://doi.org/10.15416/ijcp.2014.3.3.98
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.