MODEL POLA ASUH REMAJA BERDASARKAN NILAI BUDAYA DAN KUALITAS PERKAWINAN ORANG TUA

  • Hasanah U
  • Oktaviani M
  • Elmanora
N/ACitations
Citations of this article
40Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Orang tua mengalami kesulitan dalam mengasuh anak, terutama saat anak telah memasuki usia remaja. Pola asuh yang kurang optimal akan berdampak buruk pada kualitas tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai budaya dan kualitas perkawinan terhadap pola asuh orang tua bagi remaja di wilayah Jabodetabek. Dengan melibatkan 505 remaja sebagai responden, penelitian ini menggunakan metode survei dengan instrumen self-report untuk mengumpulkan data tentang karakteristik keluarga, nilai budaya, kualitas perkawinan, dan pola asuh. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya berpengaruh signifikan terhadap pola asuh, di mana semakin tinggi nilai budaya yang dijunjung tinggi maka semakin baik pula kualitas pola asuh yang diberikan. Selain itu, kualitas perkawinan juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap pola asuh, dengan orang tua yang memiliki hubungan perkawinan yang harmonis cenderung menerapkan pola asuh yang lebih positif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan nilai budaya dan kualitas perkawinan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pola asuh dan mendukung tumbuh kembang remaja yang optimal. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar program pemberdayaan keluarga difokuskan pada keterampilan mengasuh anak dan mencakup penguatan nilai-nilai budaya serta peningkatan kualitas hubungan suami-istri. Intervensi berbasis masyarakat dan kebijakan publik yang mendukung keharmonisan keluarga dapat menjadi strategi pencegahan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja yang optimal.Pola asuh yang dilakukan orang tua terhadap remaja berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak, termasuk pada masa remaja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh nilai budaya dan kualitas perkawinan terhadap pola asuh remaja di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini melibatkan 505 remaja sebagai responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan instrumen self-report untuk mengumpulkan data mengenai karakteristik keluarga, nilai budaya, kualitas perkawinan, dan pola asuh. Analisis data dilakukan untuk mengetahui tingkat nilai budaya dan kualitas perkawinan, kecenderungan pola asuh, serta untuk menguji hipotesis melalui uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya berpengaruh signifikan terhadap pola asuh. Semakin tinggi nilai budaya, semakin baik pula kualitas pola asuh yang diberikan. Selain itu, kualitas perkawinan juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap pola asuh. Orang tua dengan hubungan perkawinan yang harmonis cenderung menerapkan pola asuh yang lebih positif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan nilai budaya dan kualitas perkawinan sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pola asuh dan mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar program pemberdayaan keluarga difokuskan pada keterampilan pengasuhan anak, penguatan nilai budaya, dan peningkatan kualitas hubungan suami-istri. Intervensi berbasis masyarakat dapat menjadi strategi pencegahan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja yang optimal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hasanah, U., Oktaviani, M., & Elmanora. (2025). MODEL POLA ASUH REMAJA BERDASARKAN NILAI BUDAYA DAN KUALITAS PERKAWINAN ORANG TUA. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 18(2), 177–189. https://doi.org/10.24156/jikk.2025.18.2.177

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free