OPTIMALISASI PENGOLAHAN TENGKAWANG MENJADI GREEN BUTTER: PENINGKATAN EKONOMI LOKAL DAN KONSERVASI HUTAN DI KALIMANTAN BARAT

  • Sujana I
  • Imansyah F
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kalimantan Barat dikenal sebagai daerah penghasil buah tengkawang, namun karena harga buahnya rendah, banyak kayu tengkawang yang ditebang. Masyarakat sekitar hutan memanfaatkan buah tengkawang untuk minyak sayur dan obat tradisional, serta menjual buah kering yang sudah disalai dengan harga Rp. 6.000-Rp.7.500/kg. Biji tengkawang yang diolah menjadi minyak/lemak tengkawang dapat dijual ke industri dengan harga hingga Rp. 80.000/kg, dan digunakan untuk berbagai produk industri seperti permen, obat-obatan, minyak makan, kosmetika, dan sabun. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi pengolahan biji tengkawang menjadi minyak tengkawang (green butter) melalui metode pengepresan mekanis yang efisien dan meningkatkan kualitas produk. Studi pendahuluan, perancangan dan pembuatan mesin pengepres mekanis, pengujian mesin, serta analisis hasil minyak tengkawang dilakukan. Mesin terdiri dari alat pengukusan biji tengkawang dan mesin pengepres berulir (screw press) dengan elemen pemanas dan pengendali temperatur otomatis. Hasil analisis menunjukkan bahwa minyak tengkawang yang dihasilkan berkualitas baik dan memenuhi standar minyak nabati untuk konsumsi dan industri. Kesimpulannya, inovasi teknologi ini berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, dengan rekomendasi untuk pengembangan kapasitas produksi, strategi pemasaran, serta dukungan pemerintah dan pihak terkait untuk pemanfaatan minyak tengkawang sebagai komoditi unggulan daerah.Kalimantan Barat dikenal sebagai daerah penghasil buah tengkawang, namun karena harga buahnya rendah, banyak kayu tengkawang yang ditebang. Masyarakat sekitar hutan memanfaatkan buah tengkawang untuk minyak sayur dan obat tradisional, serta menjual buah kering yang sudah disalai dengan harga Rp. 6.000-Rp.7.500/kg. Biji tengkawang yang diolah menjadi minyak/lemak tengkawang dapat dijual ke industri dengan harga hingga Rp. 80.000/kg, dan digunakan untuk berbagai produk industri seperti permen, obat-obatan, minyak makan, kosmetika, dan sabun. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi pengolahan biji tengkawang menjadi minyak tengkawang (green butter) melalui metode pengepresan mekanis yang efisien dan meningkatkan kualitas produk. Studi pendahuluan, perancangan dan pembuatan mesin pengepres mekanis, pengujian mesin, serta analisis hasil minyak tengkawang dilakukan. Mesin terdiri dari alat pengukusan biji tengkawang dan mesin pengepres berulir (screw press) dengan elemen pemanas dan pengendali temperatur otomatis. Hasil analisis menunjukkan bahwa minyak tengkawang yang dihasilkan berkualitas baik dan memenuhi standar minyak nabati untuk konsumsi dan industri. Kesimpulannya, inovasi teknologi ini berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, dengan rekomendasi untuk pengembangan kapasitas produksi, strategi pemasaran, serta dukungan pemerintah dan pihak terkait untuk pemanfaatan minyak tengkawang sebagai komoditi unggulan daerah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sujana, I., & Imansyah, F. (2025). OPTIMALISASI PENGOLAHAN TENGKAWANG MENJADI GREEN BUTTER: PENINGKATAN EKONOMI LOKAL DAN KONSERVASI HUTAN DI KALIMANTAN BARAT. Jurnal Abdi Insani, 12(6), 2540–2554. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v12i6.2551

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free