Abstract
Capung (Odonata) merupakan serangga yang memiliki peran penting dalam ekosistem, baik sebagai predator alami hama maupun sebagai bioindikator kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan persebaran capung di tiga habitat berbeda, yaitu Sungai Joyosuko Metro, Persawahan Ikan Tombro, dan Bumi Perkemahan Bedengan di Kota Malang. Penelitian dilakukan pada bulan April–Mei 2025 menggunakan metode pengamatan langsung dan penangkapan dengan insect net selama satu jam di setiap lokasi pada pagi, siang, dan sore hari. Identifikasi spesies dilakukan dengan bantuan aplikasi Picture Insect dan panduan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan enam jenis capung dengan total 54 individu, terdiri atas dua subordo, yaitu Anisoptera dan Zygoptera. Pantala flavescens mendominasi di Sungai Joyosuko Metro, sedangkan empat spesies Zygoptera ditemukan di Bedengan. Analisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener menunjukkan nilai keanekaragaman tertinggi berada di Bedengan, meskipun tergolong rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa capung sensitif terhadap kualitas lingkungan, dan habitat alami yang bersih dan vegetatif mendukung keanekaragaman capung yang lebih tinggi. Penelitian ini menguatkan fungsi capung sebagai bioindikator kualitas air dan pentingnya menjaga kelestarian habitat perairan.Capung (Odonata) berperan penting dalam ekosistem sebagai predator alami dan bioindikator kualitas perairan. Penelitian ini mengkaji keanekaragaman dan persebaran capung di tiga habitat berbeda di Kota Malang yaitu Sungai Joyosuko Metro, Persawahan Tombro, dan Bumi Perkemahan Bedengan. Pengamatan dilakukan pada April–Mei 2025 melalui penangkapan langsung menggunakan insect net selama satu jam di tiap lokasi pada pagi, siang, dan sore hari. Identifikasi spesies dibantu oleh aplikasi Picture Insect dan panduan lapangan, dengan analisis menggunakan indeks Shannon-Wiener dan indeks kemerataan. Sebanyak enam spesies capung (54 individu) dari subordo Anisoptera dan Zygoptera ditemukan. Pantala flavescens mendominasi di Joyosuko, sementara empat spesies Zygoptera ditemukan di Bedengan. Indeks keanekaragaman tertinggi tercatat di Bedengan (H’ = 0,943), diikuti Joyosuko (H’ = 0,366) dan Tombro (H’ = 0,264), seluruhnya dalam kategori keanekaragaman rendah. Hasil ini menegaskan peran capung sebagai bioindikator air dan pentingnya pelestarian habitat perairan untuk keberlanjutan ekosistem.
Cite
CITATION STYLE
Bariroh, A., Azzahra, A. F., Afyna, D. A., Ani, F. N. Q., Wardah, N., Fardhani, I., & Akhsani, F. (2025). Keanekaragaman Capung sebagai Bioindikator Air di Joyosuko, Tombro, dan Bedengan. Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi, 5(2), 153–165. https://doi.org/10.24252/filogeni.v5i2.57130
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.