Abstract
Teh atau Camellia sinensis dilaporkan mengandung sebanyak 4000 komponen bioaktif yang mana sepertiganya merupakan polifenol. Polifenol yang terdapat pada teh atau Camellia sinensis ialah katekin, yang terdiri dari beberapa jenis salah satunya ialah epigallocathecin 3-gallte (EGCG). Penilaian kadar katekin dan EGCG menggunakan HPLC karena pertimbangan efisiensi, kecepatan, dan pengurangan biaya analisis yang juga menjadi karakteristik dari HPLC. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan membandingkan kandungan fitokimia senyawa katekin dan EGCG pada teh putih dengan teh hijau menggunakan metode analisis HPLC. Desain penelitian yang digunakan ialah desain analitik komparaif. Bahan utama yang digunakan adalah teh putih dan teh hijau dari Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), Gambung. Uji yang dilakukan adalah pemeriksaan fitokimia katekin dan EGCG dengan metode HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan katekin pada teh putih lebih besar dibandingkan dengan teh hijau yaitu sebesar 2,057% (b/b) pada teh putih, dan pada teh hijau sebesar 1,328% (b/b). Sedangkan kandungan EGCG pada teh putih memiliki rata-rata sebesar 9,349% (b/b) dan lebih besar dibandingkan dengan rata-rata kandungan EGCG pada teh hijau yang hanya sebesar 8,037% (b/b). Hal ini diperkuat juga dengan hasil analisis statistik menggunakan independent sample t-test kandungan katekin dan EGCG pada teh putih dan teh hijau menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05). Kesimpulannya ialah teh putih memiliki kandungan katekin dan EGCG yang lebih besar dibandingkan dengan teh hijau. Kata kunci: EGCG, HPLC, Katekin, Teh Hijau, Teh Putih
Cite
CITATION STYLE
Avicena, R., Marliyati, S. A., & Setiawan, B. (2023). PERBANDINGAN KANDUNGAN FITOKIMIA PADA TEH PUTIH DAN TEH HIJAU DENGAN METODE HPLC. ARGIPA (Arsip Gizi Dan Pangan), 8(1), 1–9. https://doi.org/10.22236/argipa.v8i1.11113
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.