PSICHOLOGY ENVIRONMENT DALAM PERENCANAAN RUMAH SAKIT JIWA DI KABUPATEN TOLITOLI

  • Rahayu S
  • Pahude M
  • Rosid M
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

In facing the increasing number of people with mental disorders in Indonesia, facilities are needed that support optimal services. Currently, Central Sulawesi Province is recorded as having 72,326 people with mental disorders in 2021 and the potential will continue to increase. The prevalence rate of more serious mental disorders, such as schizophrenia, is reported to be around 1.7 per 1000 population or around 400,000 people. This study aims to design a new mental hospital building by considering aspects of environmental psychology and human behavior. Mental hospitals have an important role in providing health and recovery services for individuals with mental disorders. Therefore, an architectural approach that pays attention to the relationship between space, humans, and the environment is essential in planning. The research method involves analyzing data from the Tolitoli Regency Health Office regarding the number of people with mental disorders from 2019 to 2021. The environmental and behavioral psychology architectural approach is used to design spaces that are in accordance with the characteristics of the patient's mental health. The use of the Systematic Literature Review (SLR) model in the architectural design of a mental hospital to systematically explore, analyze, and synthesize relevant literature as a reference in designing new buildings with the expected results in the form of a comprehensive picture of the best trends and approaches in architectural design. The results of this study are expected to contribute to the development of mental health facilities in Tolitoli Regency and be a consideration for the government and private sector in the construction of a Mental Hospital.Dalam menghadapi peningkatan jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia, diperlukan fasilitas yang mendukung pelayanan yang optimal. Saat ini, Provinsi Sulawesi Tengah tercatat memiliki jumlah orang dalam gangguan jiwa sejumlah 72.326 jiwa pada tahun 2021 dan perpotensi akan terus bertambah. Tingkat prevalensi gangguan jiwa yang lebih serius, seperti skizofrenia, dilaporkan mencapai sekitar 1,7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 orang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rancangan baru gedung rumah sakit jiwa dengan mempertimbangkan aspek psikologi lingkungan dan perilaku manusia. Rumah sakit jiwa memiliki peran penting dalam memberikan layanan kesehatan dan pemulihan bagi individu yang mengalami gangguan kejiwaan. Oleh karena itu, pendekatan arsitektur yang memperhatikan hubungan antara ruang, manusia, dan lingkungan menjadi esensial dalam perencanaan. Metode penelitian melibatkan analisis data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli terkait jumlah penderita gangguan jiwa dari tahun 2019 hingga 2021. Pendekatan arsitektur psikologi lingkungan dan perilaku digunakan untuk merancang ruang-ruang yang sesuai dengan karakteristik kejiwaan pasien. Penggunaan model Systematic Literature Review (SLR) pada desain arsitektur rumah sakit jiwa untuk menggali, menganalisis, dan mensintesis literatur yang relevan secara sistematis sebagai acuan dalam melakukan desain bangunan baru dengan hasil yang diharapkan berupa gambaran menyeluruh tentang tren dan pendekatan terbaik dalam desain arsitektur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan fasilitas kesehatan mental di Kabupaten Tolitoli serta menjadi pertimbangan bagi pemerintah dan sektor swasta dalam pembangunan Rumah Sakit Jiwa.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahayu, S., Pahude, M. S., & Rosid, M. (2024). PSICHOLOGY ENVIRONMENT DALAM PERENCANAAN RUMAH SAKIT JIWA DI KABUPATEN TOLITOLI. ANALOGI : Arsitektur, Lingkungan Binaan & Planologi, 2(1), 22–28. https://doi.org/10.56630/analogi.v2i1.706

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free