Abstract
Luka diabetik sering terjadi pada penderita diabetes melitus sebagai akibat dari adanya gangguan perfusi pada jaringan serta infeksi jamur, salah satunya dermatofita yang berlebihan sehingga menyebabkan kematian jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi jamur dermatofita pada luka kaki penderita diabetes melitus dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Jenis penelitian observasional laboratorik dengan desain cross sectional study, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan cara swab luka kaki pada pasien diabetes melitus. Metode penelitian menggunakan metode PCR untuk mendeteksi ada tidaknya jamur dermatofita yang ditandai dengan terbentuknya fragmen DNA pada visualisasi elektroforesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 sampel yang dideteksi ditemukan 5 sampel atau 62,5% positif terinfeksi jamur dermatofita berdasarkan hasil amplifikasi ditandai terbentunya pita target DNA amplikon berukuran sekitar 700-1000 bp dengan menggunakan primer ITS1 (forward: 5’ GGT TGG TTT CTT TTC CT 3’) dan ITS2 (reverse: 5’ AAG TAA AAG TCG TAA CAA GG 3’), sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam mengidentifikasi sampel menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) memiliki sensitivitas yang tinggi dalam mendeteksi jamur sehingga memungkinkan hasil yang lebih spesifik dan lebih akurat.
Cite
CITATION STYLE
Miladiarsi Miladiarsi, Indas Wari Rahman, Santi Santi, & Nurfardila Nurfardila. (2023). Uji Diagnostik Jamur Dermatofita Pada Luka Kaki Penderita Diabetes Melitus dengan Metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Jurnal Biotek, 11(1), 112–122. https://doi.org/10.24252/jb.v11i1.31707
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.