Abstract
Rendahnya keterampilan literasi siswa di sekolah dasar wilayah pedesaan Bondowoso, termasuk UPTD SPF SDN Tanggulangin 1, disebabkan oleh keterbatasan sumber bacaan yang menarik, metode pembelajaran yang konvensional, serta minimnya kebiasaan membaca di luar jam pelajaran. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini melibatkan 41 siswa kelas IV–V melalui kegiatan read-aloud, menggambar, dan bercerita kembali. Metode pelaksanaan meliputi pembacaan cerita Sirama-rama secara ekspresif, diskusi pasca-baca, menggambar karakter, serta presentasi hasil karya di depan kelas. Evaluasi dilakukan dengan observasi terhadap keterlibatan siswa. Hasil menunjukkan seluruh siswa hadir (100%), 37 siswa fokus mendengarkan (90%), 26 aktif bertanya (63%), 35 menjawab pertanyaan (85%), 39 menyelesaikan gambar (95%), 31 menambahkan detail (76%), 29 memberi respon pada teman (71%), dan 18 berani melakukan presentasi (44%). Kegiatan ini menghasilkan keterlibatan tinggi serta produk berupa karya gambar dan cerita yang dipresentasikan di kelas. Kombinasi metode read-aloud, menggambar, dan bercerita kembali terbukti menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan mendukung pengembangan literasi, kreativitas, serta rasa percaya diri siswa sekolah dasar di wilayah pedesaan.Rendahnya keterampilan literasi siswa di sekolah dasar wilayah pedesaan Bondowoso, termasuk UPTD SPF SDN Tanggulangin 1, disebabkan oleh keterbatasan sumber bacaan yang menarik, metode pembelajaran yang konvensional, serta minimnya kebiasaan membaca di luar jam pelajaran. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini melibatkan 41 siswa kelas IV–V melalui kegiatan read-aloud, menggambar, dan bercerita kembali. Metode pelaksanaan meliputi pembacaan cerita Sirama-rama secara ekspresif, diskusi pasca-baca, menggambar karakter, serta presentasi hasil karya di depan kelas. Evaluasi dilakukan dengan observasi terhadap keterlibatan siswa. Hasil menunjukkan seluruh siswa hadir (100%), 37 siswa fokus mendengarkan (90%), 26 aktif bertanya (63%), 35 menjawab pertanyaan (85%), 39 menyelesaikan gambar (95%), 31 menambahkan detail (76%), 29 memberi respon pada teman (71%), dan 18 berani melakukan presentasi (44%). Kegiatan ini menghasilkan keterlibatan tinggi serta produk berupa karya gambar dan cerita yang dipresentasikan di kelas. Kombinasi metode read-aloud, menggambar, dan bercerita kembali terbukti menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan mendukung pengembangan literasi, kreativitas, serta rasa percaya diri siswa sekolah dasar di wilayah pedesaan.
Cite
CITATION STYLE
Astari, T., Nurhasanah, N., Elvin Cahyanita, Nindya Nurdianasari, & Damayanti, N. S. (2025). Meningkatkan Literasi dan Kreativitas Siswa SD: Penerapan Metode Read-Aloud dan Cerita Bergambar. Abdi: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(3), 889–894. https://doi.org/10.24036/abdi.v7i3.1294
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.