Abstract
Setiap orang tua ingin anaknya tumbuh sehat dan normal, terutama sejak dalam kandungan. Setelah mengetahui temuan diagnostik jika anak mereka berkebutuhan khusus,orang tua memiliki masalah yang berbeda, terutama kesulitan penerimaan baik dari keluarga dan lingkungan tempat mereka tinggal. Tujuan penelitian ini untuk melihat penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus, dan bagaimana proses orang tua bisa menerima kondisi anak yang tidak seperti anak normal pada umumnya serta sikap orang tua untuk menangani anaknya tersebut. Bentuk penelitian ini melibatkan penelitian kualitatif. Pendekatan identifikasi topik adalah purposive, dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa observasidan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sebelum mencapai tahap penerimaan, orang tersebut akan berjuang melalui berbagai fase, termasuk tahap denial, anger, bargaining, depression. Penerimaan orang tua sangat penting terutama terhadap anak berkebutuhan khusus dan aspek terakhir dalam penerimaan orang tua adalah mencintai anak tanpa syarat. Setelah melewati proses dan penerimaan, maka akan memiliki dampak pada si anak. Efeknya pada anak adalah anak yang mendapatkan pengasuhan orang tua yang baik akan memiliki harga diri yang tinggi, bersikap positif dalam menghadapi kehidupan sehari-hari, mengurangi rasa malu, dan merasa nyaman dengan lingkungannya
Cite
CITATION STYLE
Munisa, M., Lubis, S. I. A., & Nofianti, R. (2022). PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNADAKSA). Warta Dharmawangsa, 16(3), 358–364. https://doi.org/10.46576/wdw.v16i3.2230
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.